Cerpen Persahabatan Karya Siwa-Siswi MTs NW Boro'Tumbuh

Abduh Sempana

Berikut ini merupakan cerpen-cerpen bertema persahabatan karya siswa-siswi MTs NW Boro'Tumbuh. Selain cerpen bertema persahabatan ini Anda juga bisa membaca cerpen lainnya pada Kumpulan Cerpen Karya Siwa-Siswi MTs NW Boro'Tumbuh. Selamat membaca.


Sahabat Terbaik
Karya: Rozzaqi Wielda Tsani

Sore itu hujan turun. Dino berlari untuk menghindari air hujan. Akibatnya ia terpeleset dan mengalami luka di betisnya.
Karya: Sittin Rahmatin

Suatu ketika aku pernah menyandang status STS alias sendiri tanpa sahabat. Sungguh menyakitkan. Nggak punya teman curhat. Kalau keluar main harus menyendiri.

Bintik-Bintik Merah
Karya: Riyadlatul Hikmah

Suara pukulan yang mendarat di pipiku. Ketika itu aku sangat kesal sekali sampai-sampai aku menampar diriku sendiri. Tetapi itu bukan tamparan biasa.

Teman Sejati Selalu Abadi
Karya: Wardatul Jannah

Pada masa yang lalu saat aku masih duduk di kelas VII MTs, aku selalu merasakan kesepian. Karena aku tidak.......

Si Kancil yang Cerdik
Karya: Rizanatul Hasanah

Pada suatu hari di tengah rimba yang lebat, dua ekor hewan sedang menuju ke sungai untuk bermain-main. Mereka adalah Si kancil dan Si Rusa, dua sahabat yang sangat akrab.

Ji-miri-tri-fi
Karya: Jinan Ayu Anjana

“Bagaiman kalau kita namakan persahabatan kita ini dengan ‘Jimirifi’. Tanya Fitri
“Boleh juga.” Kataku menyetujui

Sebuah Penyesalan
Karya: Misratul Aulia

“Aduh, aduh, sakit Pak, Sakit!” Kata Doni yang ditarik kupingnya oleh Pak Ahmad karena ia sering membolos sekolah. Doni memang siswa yang paling bandel di kalas IX.

Mosba
Karya: Asri Maulidi

Aku baru tau seperti apa Mosba itu, setelah aku masuk sekolah di MTs. Sebelumnya aku kira Mosba menakutkan, namun ternyata sangat menyenangkan sekali.

Benci Jadi Cinta
Karya: Puji Ardani Putri

Dulu ketika aku duduk di a kelas VII aku paling tidak suka dengan pelajaran bahasa Indonesia. Entah mengapa gairah belajarku hilang seketika apabila guru bahasa Indonesia mulai masuk ke kelasku.

Arti Persahabatan
Karya: Siti Rahmi J

“Biasa aja kali Fit, lagian aku bisa memakai jilbab begini juga karena diajarin ama Novi.” Kata Annisa berusaha merendahkan diri.

Comments